WELCOME TO MY BLOG

Jumat, 12 Juni 2015

ALAT KONTRASEPSI


ALAT KONTRASEPSI


1.   PENGERTIAN ALAT KONTRASEPSI
Kontrasepsi berasal dari kata kontra berarti ‘melawan’ atau ‘mencegah’ dan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang dengan sperma yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma. Untuk itu, maka yang membutuhkan kontrasepsi adalah pasangan yang aktif melakukan hubungan intim/seks dan kedua-duanya memiliki kesuburan normal namun tidak menghendaki kehamilan. (Suratun, 2008)

Kontrasepsi sesuai dengan makna asal katanya dapat didefinisikan sebagai tindakan atau usaha yang bertujuan untuk mencegah terjadinya konsepsi atau pembuahan. Pembuahan dapat terjadi bila beberapa syarat berikut terpenuhi yaitu adanya sel telur dan sel sperma yang subur, kemudian cairan sperma harus ada di dalam vagina, sehingga sel sperma yang ada di dalam vagina dapat berenang menuju ke serviks kemudian ke rahim lalu ke saluran oviduk untuk membuahi sel telur.  Sel telur yang telah dibuahi harus mampu bergerak dan turun ke rahim yang akan melakukan nidasi, endometrium atau dinding rahim harus dalam keadaan siap untuk menerima nidasi.

2.  MACAM –MACAM METODE ALAT KONTRASEPSI
A.  Kontrasepsi Sederhana
a.   Tanpa Alat
1)   Coitus Interuptus (Senggama Terputus)

Senggama terputus adalah cara mencegah kehamilan dengan menarik penis dari vagina sebelum terjadi ejakulasi. Cara ini merupakan cara kontrasepsi yang tertua dikenal manusia, dan mungkin masih merupakan cara yang paling banyak dilakukan sampai sekarang. Keuntungannya adalah cara ini tidak membutuhkan biaya dan persiapan.

Kekurangannya adalah memerlukan pengendalian diri yang besar dari laki-laki, dan banyak laki-laki yang tidak bisa mengontrol emosionalnya.  Kegagalan dengan cara ini dapat disebabkan oleh:
1. Adanya pengeluaran air mani sebelum ejakulasi yang dapat mengandung sperma, apalagi pada koitus yang berulang.
2. Terlambatnya pengeluaran penis dari vagina
3. Pengeluaran semen dekat pada vulva dapat menyebabkan kehamilan, misalnya karena adanya hebungan antara vulva dan kanalis servikalis uteri oleh benang lendir serviks uteri yang pada masa ovulasi mempunyai spinnbarkeit yang tinggi.
2)    Pembilasan Pasca Senggama
Pembilasan pascasenggama dilakukan oleh perempuan dengan cara membilas vagina dengan air biasa dengan atau tanpa larutan obat (cuka atau obat lainnya) segera setelah berhubungan seks.
Maksudnya untuk mengeluarkan sperma secara mekanik dari vagina.  Penambahan cuka disini ialah untuk memperoleh efek spermisida seta menjaga asiditas vagina.  Secara alami perempuan juga bisa mencegah kehamilan dengan cara memperpanjang masa menyusui.
3)    Pantang berkala/sistem kalender
Pantang berkala yang juga diistilahkan dengan sistem kalender mula-mula diperkenalkan oleh Kyusaku Ogino dari Jepang dan Hermann Knaus dari Jerman sekitar tahun 1931. 
Karena itu cara ini juga sering disebut dengan cara Ogino- Knaus.  Dasar pemikirannya adalah perempuan hanya dapat hamil selama beberapa hari saja dalam tiap daur haidnya.  Masa tersebut disebut masa subur atau fase ovulasi itu dan terjadi sekitar 14 hari (toleransinya sekitar 2 hari) sebelum hari pertama haid yang akan datang.   Kendalanya adalah sulit bagi perempuan untuk menentukan masa suburnya, terutama bagi mereka yang masa haidnya tidak teratur.  Banyak yang mengatakan cara ini adalah yang paling aman dan tidak mempunyai efek samping.

Lamanya daur  haid terpendek
Hari pertama masa subur
Lamanya daur  haid terpanjang
Hari terakhir masa subur
21 hari
hari ke-3
21 hari
hari ke-10
22 hari
hari ke-4
22 hari
hari ke-11
23 hari
hari ke-5
23 hari
hari ke-12
24 hari
hari ke-6
24 hari
hari ke-13
25 hari
hari ke-7
25 hari
hari ke-14
26 hari
hari ke-8
26 hari
hari ke-15
27 hari
hari ke-9
27 hari
hari ke-16
28 hari
hari ke-10
28 hari
hari ke-17
29 hari
hari ke-11
29 hari
hari ke-18
30 hari
hari ke-12
30 hari
hari ke-19
31 hari
hari ke-13
31 hari
hari ke-20
32 hari
hari ke-14
32 hari
hari ke-21
33 hari
hari ke-15
33 hari
hari ke-22
34 hari
hari ke-17
34 hari
hari ke-23
35 hari
hari ke-18
35 hari
hari ke-24

4)    Metode Suhu Basal
Suhu tubuh basal adalah suhu terendah yang dicapai oleh tubuh selama istirahat atau dalam keadaan istirahat (tidur). Pengukuran suhu basal dilakukan pada pagi hari segera setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas lainnya.
Tujuan pencatatan suhu basal untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur/ovulasi. Suhu basal tubuh diukur dengan alat yang berupa termometer basal. Termometer basal ini dapat digunakan secara oral, per vagina, atau melalui dubur dan ditempatkan pada lokasi serta waktu yang sama selama 5 menit.Suhu normal tubuh sekitar 35,5-36 derajat Celcius. Pada waktu ovulasi, suhu akan turun terlebih dahulu dan naik menjadi 37-38 derajat kemudian tidak akan kembali pada suhu 35 derajat Celcius. Pada saat itulah terjadi masa subur/ovulasi.
Kondisi kenaikan suhu tubuh ini akan terjadi sekitar 3-4 hari, kemudian akan turun kembali sekitar 2 derajat dan akhirnya kembali pada suhu tubuh normal sebelum menstruasi. Hal ini terjadi karena produksi progesteron menurun.
Apabila grafik (hasil catatan suhu tubuh) tidak terjadi kenaikan suhu tubuh, kemungkinan tidak terjadi masa subur/ovulasi sehingga tidak terjadi kenaikan suhu tubuh. Hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya korpus luteum yang memproduksi progesteron. Begitu sebaliknya, jika terjadi kenaikan suhu tubuh dan terus berlangsung setelah masa subur/ovulasi kemungkinan terjadi kehamilan. Karena, bila sel telur/ovum berhasil dibuahi, maka korpus luteum akan terus memproduksi hormon progesteron. Akibatnya suhu tubuh tetap tinggi.

Efektifitas
Metode suhu basal tubuh akan efektif bila dilakukan dengan benar dan konsisten. Suhu tubuh basal dipantau dan dicatat selama beberapa bulan berturut-turut dan dianggap akurat bila terdeteksi pada saat ovulasi. Tingkat keefektian metode suhu tubuh basal sekitar 80 persen atau 20-30 kehamilan per 100 wanita per tahun. Secara teoritis angka kegagalannya adalah 15 kehamilan per 100 wanita per tahun. Metode suhu basal tubuh akan jauh lebih efektif apabila dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain seperti kondom, spermisida ataupun metode kalender atau pantang berkala (calender method or periodic abstinence).

Faktor yang Mempengaruhi Keandalan Metode Suhu Basal Tubuh
Adapun faktor yang mempengaruhi keandalan metode suhu basal tubuh antara lain
a. Penyakit.
b. Gangguan tidur.
c. Merokok dan atau minum alkohol.
d. Penggunaan obat-obatan ataupun narkoba.
r. Stres.
f. Penggunaan selimut elektrik.

Keuntungan
Keuntungan dari penggunaan
metode suhu basal tubuh antara lain:
a. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada pasangan suami istri tentang masa subur/ovulasi.
b. Membantu wanita yang mengalami siklus haid tidak teratur mendeteksi masa subur/ovulasi.
c. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi ataupun meningkatkan kesempatan untuk hamil.
d. Membantu menunjukkan perubahan tubuh lain pada saat mengalami masa subur/ovulasi seperti perubahan lendir serviks.
e. Metode suhu basal tubuh yang mengendalikan adalah wanita itu sendiri.

Keterbatasan
Sebagai metode KBA,
suhu basal tubuh memiliki keterbatasan sebagai berikut:
1. Membutuhkan motivasi dari pasangan suami istri.
2. Memerlukan konseling dan KIE dari tenaga medis.
3. Suhu tubuh basal dapat dipengaruhi oleh penyakit, gangguan tidur, merokok, alkohol, stres, penggunaan narkoba maupun selimut elektrik.
4. Pengukuran suhu tubuh harus dilakukan pada waktu yang sama.
5. Tidak mendeteksi awal masa subur.
6. Membutuhkan masa pantang yang lama.

Petunjuk Bagi Pengguna Metode Suhu Basal Tubuh
Aturan perubahan suhu/temperatur adalah sebagai berikut:
1. Suhu diukur pada waktu yang hampir sama setiap pagi (sebelum bangun dari tempat tidur).
2. Catat suhu ibu pada kartu yang telah tersedia.
3. Gunakan catatan suhu pada kartu tersebut untuk 10 hari pertama dari siklus haid untuk menentukan suhu tertinggi dari suhu yang “normal dan rendah” dalam pola tertentu tanpa kondisi-kondisi di luar normal atau biasanya.
4. Abaikan setiap suhu tinggi yang disebabkan oleh demam atau gangguan lain.
5. Tarik garis pada 0,05 derajat celcius – 0,1 derajat celcius di atas suhu tertinggi dari suhu 10 hari tersebut. Garis ini disebut garis pelindung (cover line) atau garis suhu.
6. Periode tak subur mulai pada sore hari setelah hari ketiga berturut-turut suhu tubuh berada di atas garis pelindung/suhu basal.
7. Hari pantang senggama dilakukan sejak hari pertama haid hingga sore ketiga kenaikan secara berurutan suhu basal tubuh (setelah masuk periode masa tak subur).
8. Masa pantang untuk senggama pada metode suhu basal tubuh labih panjang dari metode ovulasi billings.
9. Perhatikan kondisi lendir subur dan tak subur yang dapat diamati.

Catatan:
1. Jika salah satu dari 3 suhu berada di bawah garis pelindung (cover line) selama perhitungan 3 hari. Kemungkinan tanda ovulasi belum terjadi. Untuk menghindari kehamilan tunggu sampai 3 hari berturut-turut suhu tercatat di atas garis pelindung sebelum memulai senggama.
2. Bila periode tak subur telah terlewati maka boleh tidak meneruskan pengukuran suhu tubuh dan melakukan senggama hingga akhir siklus haid dan kemudian kembali mencatat grafik suhu basal siklus berikutnya.

b. Dengan Alat
1)  Kondom

Penggunaan kondom sudah dimulai sejak zaman Mesir kuno.  Pada 1553, Gabrielle Fallopi melukiskan tentang penggunaan kantong sutera diolesi dengan minyak yang dipasang menyelubungi penis sebelum berhubungan seks dengan tujuan mencegah laki-laki dari penyakit kelamin.  
Penggunaan

Kondom sebagai alat kontrasepsi baru dimulai pada abad ke-18 di Inggris.  Pada mulanya kondom ini dibuat dari usus biri-biri dan dalam perkembangannya pada 1844, Goodyear berhasil membuat kondom dari karet.  Kondom yang umumnya dipakai sekarang ini terbuat dari karet dan tersedia dengan ukuran dan warna yang beragam. Efektivitas kondom ini bergantung pada mutu dan ketelitian dalam penggunaannya.

Keuntungan:

1.  Bila digunakan secara tepat maka kondom dapat digunakan untuk mencegah kehamilan dan penularan penyakit menular seksual (PMS).
2.  Kondom tidak mempengaruhi kesuburan jika digunakan dalam jangka panjang
3.  Kondom mudah didapat dan tersedia dengan harga yang terjangkau.

Kekurangan:

1.  Karena sangat tipis maka kondom mudah robek bila tidak digunakan atau disimpan sesuai aturan
2.  Beberepa pria tidak dapat mempertahankan ereksinya saat menggunakan kondom.
3.  Setelah terjadi ejakulasi, pria harus menarik penisnya dari vagina, bila tidak, dapat terjadi resiko kehamilan atau penularan penyakit menular seksual. Kondom yang terbuat dari latex dapat menimbulkan alergi bagi beberapa orang.

2)    Diafragma/ Pessarium

Pessarium merupakan kondom pada perempuan. Secara umum pessarium ini terbagi dua golongan, yakni diafragma vaginal dan cervical cap. Diafragma vaginal ini merupakan alat kontrasepsi yang terdiri dari kantong karet yang berbentuk mangkuk dengan “per” elastis pada pinggirnya. Pinggir diafragma mudah dibengkokkan dan disisipkan  di bagian atas vagina untuk mencegah sperma masuk ke saluran reproduksi  bagian atas.  Supaya efektif hendaknya dipakai jelly atau krim kontrasepsi untuk pembunuh sperma.

Diafragma ini harus tinggal dalam vagina selama 6 jam setelah melakukan hubungan seksual.  Alat kontrasepsi yang satu ini paling cocok dipakai oleh perempuan dengan dasar panggul yang tidak longgar dan dengan tonus dinding vagina yang baik. Namun untuk penggunannya perlu diperiksa dahulu ukuran difragma yang sesuai.

Cervical cap terbuat dari karet atau plastik dan berbentuk mangkuk yang pinggirnya terbuat dari karet yang tebal.  Ukurannya lebih kecil dari diafragma vaginal.  Alat ini mulai jarang dipergunakan untuk kontrasepsi.

3)    Spermicida

Spermatisida yang dipakai untuk kontrasepsi terdiri atas dua komponen yaitu zat kimiawi yang mampu mematikan spermatozoa; dan vechikulum yang dipakai untuk membuat  tablet, krim, atau jelly.  Spermatisid berguna untuk mematikan sperma sebelum melewati serviks. Cara kerjanya dengan merusak membran sel sperma dan menurunkan mobilitas sperma serta kemampuan sperma di dalam membuahi ovum.  Spermatisida terdiri dari bermacam bentuk seperti suppositorum, jelly atau krim, tablet busa dan tisu KB.

 Penggunanya masih sangat sedikit.  Kini di pasaran terdapat banyak obat-obat spermatisida, antara lain dalam bentuk:

a)  Suppositorium: Lorofin suppositoria, Rendel pessaries.  Suppositorium dimasukkan sejauh mungkin kedalam vagina sebelum koitus.  Obat ini baru mulai aktif setelah 5 menit.  Lama kerjanya kurang lebih 20 menit sampai 1 jam.

b)  Jelly atau crème : 1) Perseptin vaginal jelly, Orthogynol vaginal jelly, 2) Delfen vaginal crème.  Jelly lebih encer daripada creme.  Obat ini disemprotkan kedalam vagina dengan menggunakan suatu alat.  Lama kerjanya kurang lebih 20 menit sampai 1 jam.

c)  Tablet busa: Sampoon, volpar, Syn-A-Gen.  Sebelum digunakan, tablet terlebih dahulu dicelupkan kedalam air, kemudian dimasukkan kedalam vagina sejauh mungkin.  Lama kerjanya 30 sampai 60 menit.

d) C-Film, yang merupakan benda yang tipis, dapat dilipat, dan larut dalam air.  Dalam vagina obat ini merupakan gel dengan tingkat dispersi yang tinggi dan menyebar pada porsio uteri dan vagina.  Obat mulai efektif setelah 30 menit.

B. Metode Modern/Efektif

a.  Kontrasepsi Hormonal

1.    Pil
Tablet yang mengandung hormon estrogen dan progesteron sintetikdisebut Pil Kombinasi dan yang hanya mengandung progesteron sintetik saja disebut Mini Pil atau Pil Progestin.

A. Cara Kerja
a. Menekan Ovulasi
Jika seorang wanita minum pil KB setiap hari maka tidak akan terjadi ovulasi (tidak ada sel telur). Tanpa ovulasi idak akan terjadi kehamilan.
b.  Mengubah motilitas tuba sehingga transportasi spermaterganggu
c.  Mengganggu pertumbuhan endometrium, sehinggamenyulitkan proses implantasi
d.  Memperkental lendir serviks (mencegah penetrasi sperma)

B. Efektivitas

Efektivitas teoritis untuk pil sebesar 99,7 % sedangkan efektivitas praktisnya sebesar 90-96 %. Artinya pil cukup efektif jika tidak lupa meminum pil secara teratur.

C. Keuntungan
a.  mudah penggunaannya dan mudah didapat
b.  mengurangi kehilangan darah (akibat haid) dan nyeri haid
c.  mengurangi resiko terjadinya KET (kehamilan ektopik terganggu) dan Kista Ovarium
d.  mengurangi resiko terjadinya kanker ovarium dan rahim pemulihan kesuburan hampir 100%.

D.  Baik untuk wanita yang:
a. masih ingin punya anak
b.punya jadwal harian yang rutin.
Oleh karena pil harus diminum setiap hari (membutuhkanmotivasi yang tinggi) maka ia cocok untuk mereka yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi misalnyamasyarakat kota dan kurang sesuai untuk masyarakat desa.

E. Kontraindikasi
a.  Menyusui (khusus pil kombinasi)
b.  Pernah sakit jantung
c.  Tumor/keganasan
d.  Kelainan jantung, varices, dan darah tinggi
e.  Perdarahan pervaginam yang belum diketahui sebabnya
f.  Penyakit gondok
g. Gangguan fungsi hati dan ginjal
h. Diabetes, epilepsi, dan depresi mental
i.  Tidak dianjurkan bagi wanita umur lebih dari 40 tahun.

F. Efek Samping
a.  Penggunaan Pil KB pada sebagian wanita dapat
b.  menimbulkan efek samping, antara lain enek/mual, berat
c.  badan bertambah, sakit kepala (berkunang-kunang)
d.  perubahan warna kulit dan efek samping ini dapat timbul
e.  berbulan-bulan.

2.    Suntik
Kontrasepsi suntikan adalah hormon yang diberikan secarasuntikan/injeksi untuk mencegah terjadinya kehamilan. Adapun jenissuntikan hormon ini ada yang terdiri atas satu hormon, dan ada pulayang terdiri atas dua hormon sebagai contoh jenis suntikan yang terdiri satu hormon adalah Depo Provera, Depo Progestin, Depo Geston dan Noristerat. Sedangkan yang terdiri dari atas dua hormon adalah Cyclofem dan Mesygna. KB suntik sesuai untuk wanita pada semua usia reproduksi yangmenginginkan kontrasepsi yang efektif, reversibel, dan belum bersedia untuk sterilisasi.

A. Jenis Alat Kontrasepsi Suntik

1. Suntikan KB 1 Bulan

Suntikan KB ini mengandung kombinasi hormon Medroxyprogesterone Acetate (hormon progestin) dan Estradiol Cypionate (hormon estrogen). Komposisi hormon dan cara kerja Suntikan KB 1 Bulan mirip dengan Pil KB Kombinasi. Suntikan pertama diberikan 7 hari pertama periode menstruasi Anda, atau 6 minggu setelah melahirkan bila Anda tidak menyusui.

2. Suntikan KB 3 Bulan atau DMPA

Suntikan KB ini mengandung hormon Depo Medroxyprogesterone Acetate (hormon progestin) 150 mg. Sesuai dengan namanya, suntikan ini diberikan setiap 3 bulan (12 Minggu). Suntikan pertama biasanya diberikan 7 hari pertama periode menstruasi Anda, atau 6 minggu setelah melahirkan. Suntikan KB 3 Bulanan ada yang dikemas dalam cairan 3ml atau 1ml.

3. Suntik KB 2 bulan

Suntik KB 2 bulan mengandung Depo noretisteron enantat mengandung 200 mg Noretdon Enantat, diberikan setiap 2 bulan dengan cara disuntik intramuskular.

Cara kerja
Depo provera disuntikkan setiap 3 bulan sedangkan Noristerat setiap 2 bulan. Wanita yang mendapat suntikan KB tidak mengalami ovulasi.

Efektivitas
Dalam teori: 99,75 %
Dalam praktek: 95-97 % 14

Keuntungan
a. Mengurangi kunjungan
b. Merupakan metode yang telah dikenal oleh masyarakat
c. Dapat dipakai dalam waktu yang lama
d. Tidak mempengaruhi produksi air susu ibu 14

Baik untuk wanita yang:
a. Calon akseptor yang tinggal di daerah terpencil
b. Lebih suka disuntik daripada makan pil
c. Menginginkan metode yang efektif dan bisa dikembalikan lagi
d. Mungkin tidak ingin punya anak lagi.
e. Tidak khawatir kalau tidak mendapat haid.

Kontraindikasi
a. Hamil atau disangka hamil
b. Perdarahan pervaginam yang tidak diketahui sebabnya
c. Tumor/keganasan
d. Penyakit jantung, hati, darah tinggi, kencing manis,penyakit paru berat, varices.
Efek Samping
Efek samping dari dari suntikan Cyclofem yang seringditemukan adalah mual, berat badan bertambah, sakit kepala, pusing-pusing dan kadang-kadang gejala tersebut hilangsetelah beberapa bulan atau setelah suntikan dihentikan. Sedang efek samping dari suntikan Depo Provera, DepoProgestin, Depo Geston dan Noristeat yang sering dijumpaiadalah mensturasi tidak teratur, masa mensturasi akan lebihlama, terjadi bercak perdarahan bahkan mungkin menjadi anemia pada beberapa klien

3.    Susuk/implan  
Ada dua macam susuk yang biasa dipergunakan untuk kontrasepsi, yaitu  norplan dan implanon.  Norplan merupakan metoda  kontrasepsi berjarak  5 tahun yang terdiri atas 6 kapsul silastik silikon  berisi masing-masing  36 mg levonorgestrel dan disisipkan dibawah kulit.  Implanon hanya berjarak 3 tahun dan berbentuk batang putih lentur dengan panjang 40 mm dan diameter 2mm dalam suatu jarum yang terpasang pada inserter khusus.   

Mekanisme kerja  

a. Mengentalkan lendir serviks uteri sehingga menyulitkan penetrasi sperma.
b. Menimbulkan perubahan-perubahan pada endometrium sehingga tidak cocok untuk implantasi zygote.
c. Pada sebagian kasus dapat pula menghalangi terjadinya ovulasi.

Keuntungan
a. Dapat mencegah terjadinya kehamilan dalam jangka waktu 3 tahun.
b. Sama seperti suntik, dapat digunakan oleh wanita yang menyusui.
c.  Tidak perlu dikonsumsi setiap hari atau dipakai sebelum melakukan hubungan seksual.

Kekurangan
a. Sama seperti kekurangan kontrasepsi suntik, Implan/Susuk dapat mempengaruhi siklus mentruasi.
b. Tidak melindungi terhadap penyakit menular seksual.
c. Dapat menyebabkan kenaikan berat badan pada beberapa wanita.

b.    Intra Uterin Devices (IUD/AKDR)
AKDR atau spiral, atau dalam bahasa Inggrisnya Intra-UterineDevices, disingkat IUD adalah alat yang dibuat dari polietilen denganatau tanpa metal/steroid yang ditempatkan di dalam rahim. Pemasangan ini dapat untuk 3-5 tahun dan dapat dilepaskan setiap saat bila anda berkeinginan untuk mempunyai anak.
Cara kerja
AKDR ini bekerja dengan mencegah pertemuan sperma dengan sel telur.

Efektivitas
Sangat efektif (0,5 – 1 kehamilan per 100 wanita setelah pemakaian selama satu tahun).

Keuntungan
a. Tidak terganggu faktor lupa
b. Metode jangka-panjang (perlindungan sampai 10 tahun dengan menggunakan Tembaga T 380A)
c. Mengurangi kunjungan ke klinik
d. Lebih murah dari pil dalam jangka panjang 15

Baik untuk wanita yang:
a. Menginginkan kontrasepsi dengan tingkat efektifitas yang tinggi, dan jangka panjang
b. Tidak ingin punya anak lagi atau ingin menjarangkan anak
c. Memberikan ASI
d. Berada dalam masa postpartum dan tidak memberikan ASI
e. Berada dalam masa pasca aborsi
f.  Mempunyai resiko rendah terhadap PMS
g. Tidak dapat mengingat untuk minum sebutir pil setiap hari
h. Lebih menyukai untuk tidak menggunakan metode hormonal atau yang memang tidak boleh menggunakannya. Yang benar-benar membutuhkan alat kontrasepsi darurat.

Kontraindikasi
a. Hamil atau diduga hamil
b. Infeksi leher rahim atau rongga panggul, termasuk penderita penyakit kelamin
c. Pernah menderita radang rongga panggul
d. Penderita perdarahan pervaginam yang abnormal
e. Riwayat kehamilan ektopik
f.  Penderita kanker alat kelamin.

Efek Samping
Perdarahan dan kram selama minggu-minggu pertama setelah pemasangan. Kadang-kadang ditemukan keputihan yang bertambah banyak. Disamping itu pada saat berhubungan (senggama) terjadi expulsi (IUD bergeser dari posisi) sebagian atau seluruhnya. Pemasangan IUD mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman, dan dihubungkan dengan resiko infeksi rahim.

c.     Kontrasepsi Mantap

Adalah pemotongan/pengikatan kedua saluran telur wanita (Tubektomi) atau kedua saluran sperma laki-laki (Vasektomi). Operasi tubektomi ada beberapa macam cara antara lain adalah Kuldoskopik, Kolpotomi, Posterior, Laparoskopi dan Minilaparatomi.Cara yang sering dipakai di Indonesia adalah Laparaskopi dan Minilaparatomi.
Cara kerja
Hal ini mencegah pertemuan sel telur dengan sperma

Efektivitas
Dalam teori  : 99,9 %
Dalam praktek  : 99 %.

Keuntungan
a. Paling efektif
b. Mengakhiri kesuburan selamanya (keberhasilan pembalikan tidak bisa dijamin). Rekanalisasi dengan microsurgery sedang dikembangkan.
c. Tidak perlu perawatan khusus.

Baik untuk pasangan yang:
a. Sudah yakin tidak ingin punya anak lagi
b. Jika hamil akan membahayakan jiwanya
c. Ingin metode yang tidak menganggu.

Kontraindikasi
Tidak ada

Efek Samping
Jarang, ringan, dan bersifat sementara misalnya bengkak, nyeri, dan infeksi pada luka operasi. Pada vasektomi infeksi dan epididimitis terjadi pada 1-2% pasien. Pada tubektomi perdarahan, infeksi, kerusakan organ lain dan komplikasi karena anastesi dapat terjadi.

Tabel 1. PERBANDINGAN JENIS KONTRASEPSI


Jenis Kontrasepsi
Kegagalan teoritis per 100 wanita
Kegagalan dalam praktek per 100 wanita
Efektivitas biaya
Kondom
3 - 4 %
10 – 20 %
Rp 3.000 / strip Tergantung frekuensi senggama
Pil KB
0,1 – 5 %
0,7 – 7 %
Rp 2.000 / strip Tiap 1 bulan
Suntik
0,3 %
3 – 5 %
Rp 10.000 / suntik Tiap 3 bulan
Implant
0,05 – 1 %
Belum ada Data
Rp 15.000 / pasang Tiap 3 tahun
AKDR / IUD
0,6 – 0,8 %
1 – 3 %
Rp 10.000 / pasang Tiap 8 tahun
MOP
0,1 - 0,15 %
0,2 – 0,6 %
Tergantung RS tempat rujukan
MOW
0,5  %
0,1 - 0,5 %
Tergantung RS tempat rujukan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI

a. Faktor pasangan – Motivasi dan Rehabilitasi
1. Umur
2. Gaya hidup
3. Frekuensi senggama
4. Jumlah keluarga yang diinginkan
5. Pengalaman dengan kontraseptivum yang lalu
6. Sikap kewanitaan
7. Sikap kepriaan

b. Faktor kesehatan
1.  Status kesehatan
2.  Riwayat haid
3.  Riwayat keluarga
4.  Pemeriksaan fisik
5.  Pemeriksaan panggul

c.  Faktor metode kontrasepsi
1.   Efektivitas
2.   Efek samping minor
3.   Kerugian
4.   Komplikasi-komplikasi yang potensial
5.   Biaya

sumber refensi :
Sarwono Prawirohardjo, cetakan ke4. 2011
google book

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.