ALAT
KONTRASEPSI
1. PENGERTIAN ALAT KONTRASEPSI
Kontrasepsi berasal dari kata kontra
berarti ‘melawan’ atau ‘mencegah’ dan konsepsi adalah pertemuan antara sel
telur yang matang dengan sperma yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari
kontrasepsi adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat
pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma. Untuk itu, maka yang
membutuhkan kontrasepsi adalah pasangan yang aktif melakukan hubungan
intim/seks dan kedua-duanya memiliki kesuburan normal namun tidak menghendaki
kehamilan. (Suratun, 2008)
Kontrasepsi sesuai dengan makna asal
katanya dapat didefinisikan sebagai tindakan atau usaha yang bertujuan untuk
mencegah terjadinya konsepsi atau pembuahan. Pembuahan dapat terjadi bila
beberapa syarat berikut terpenuhi yaitu adanya sel telur dan sel sperma yang
subur, kemudian cairan sperma harus ada di dalam vagina, sehingga sel sperma
yang ada di dalam vagina dapat berenang menuju ke serviks kemudian ke rahim
lalu ke saluran oviduk untuk membuahi sel telur. Sel telur yang telah dibuahi harus mampu
bergerak dan turun ke rahim yang akan melakukan nidasi, endometrium atau
dinding rahim harus dalam keadaan siap untuk menerima nidasi.
2. MACAM –MACAM METODE ALAT KONTRASEPSI
A. Kontrasepsi Sederhana
a. Tanpa Alat
1) Coitus Interuptus (Senggama Terputus)
Senggama terputus adalah cara mencegah
kehamilan dengan menarik penis dari vagina sebelum terjadi ejakulasi. Cara ini
merupakan cara kontrasepsi yang tertua dikenal manusia, dan mungkin masih
merupakan cara yang paling banyak dilakukan sampai sekarang. Keuntungannya
adalah cara ini tidak membutuhkan biaya dan persiapan.
Kekurangannya adalah memerlukan
pengendalian diri yang besar dari laki-laki, dan banyak laki-laki yang tidak
bisa mengontrol emosionalnya. Kegagalan
dengan cara ini dapat disebabkan oleh:
1. Adanya pengeluaran air mani sebelum
ejakulasi yang dapat mengandung sperma, apalagi pada koitus yang berulang.
2. Terlambatnya pengeluaran penis dari
vagina
3. Pengeluaran semen dekat pada vulva
dapat menyebabkan kehamilan, misalnya karena adanya hebungan antara vulva dan
kanalis servikalis uteri oleh benang lendir serviks uteri yang pada masa
ovulasi mempunyai spinnbarkeit yang tinggi.
2) Pembilasan Pasca Senggama
Pembilasan pascasenggama dilakukan oleh
perempuan dengan cara membilas vagina dengan air biasa dengan atau tanpa
larutan obat (cuka atau obat lainnya) segera setelah berhubungan seks.
Maksudnya untuk mengeluarkan sperma
secara mekanik dari vagina. Penambahan
cuka disini ialah untuk memperoleh efek spermisida seta menjaga asiditas
vagina. Secara alami perempuan juga bisa
mencegah kehamilan dengan cara memperpanjang masa menyusui.
3) Pantang berkala/sistem kalender
Pantang berkala yang juga diistilahkan
dengan sistem kalender mula-mula diperkenalkan oleh Kyusaku Ogino dari Jepang
dan Hermann Knaus dari Jerman sekitar tahun 1931.
Karena itu cara ini juga sering disebut
dengan cara Ogino- Knaus. Dasar
pemikirannya adalah perempuan hanya dapat hamil selama beberapa hari saja dalam
tiap daur haidnya. Masa tersebut disebut
masa subur atau fase ovulasi itu dan terjadi sekitar 14 hari (toleransinya
sekitar 2 hari) sebelum hari pertama haid yang akan datang. Kendalanya adalah sulit bagi perempuan untuk
menentukan masa suburnya, terutama bagi mereka yang masa haidnya tidak teratur. Banyak yang mengatakan cara ini adalah yang
paling aman dan tidak mempunyai efek samping.
Lamanya
daur haid terpendek
|
Hari
pertama masa subur
|
Lamanya
daur haid terpanjang
|
Hari
terakhir masa subur
|
21 hari
|
hari ke-3
|
21 hari
|
hari ke-10
|
22 hari
|
hari ke-4
|
22 hari
|
hari ke-11
|
23 hari
|
hari ke-5
|
23 hari
|
hari ke-12
|
24 hari
|
hari ke-6
|
24 hari
|
hari ke-13
|
25 hari
|
hari ke-7
|
25 hari
|
hari ke-14
|
26 hari
|
hari ke-8
|
26 hari
|
hari ke-15
|
27 hari
|
hari ke-9
|
27 hari
|
hari ke-16
|
28 hari
|
hari ke-10
|
28 hari
|
hari ke-17
|
29 hari
|
hari ke-11
|
29 hari
|
hari ke-18
|
30 hari
|
hari ke-12
|
30 hari
|
hari ke-19
|
31 hari
|
hari ke-13
|
31 hari
|
hari ke-20
|
32 hari
|
hari ke-14
|
32 hari
|
hari ke-21
|
33 hari
|
hari ke-15
|
33 hari
|
hari ke-22
|
34 hari
|
hari ke-17
|
34 hari
|
hari ke-23
|
35 hari
|
hari ke-18
|
35 hari
|
hari ke-24
|
4) Metode Suhu Basal
Suhu tubuh basal adalah
suhu terendah yang dicapai oleh tubuh selama istirahat atau dalam
keadaan istirahat (tidur). Pengukuran
suhu basal dilakukan pada pagi hari segera setelah bangun tidur dan sebelum
melakukan aktivitas lainnya.
Tujuan
pencatatan suhu basal untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur/ovulasi. Suhu basal tubuh diukur dengan
alat yang berupa termometer basal. Termometer basal ini dapat digunakan secara
oral, per vagina, atau melalui
dubur dan ditempatkan pada lokasi serta waktu yang sama selama 5 menit.Suhu normal tubuh sekitar
35,5-36 derajat Celcius. Pada waktu ovulasi, suhu akan turun terlebih
dahulu dan naik menjadi 37-38 derajat kemudian tidak akan kembali pada suhu 35
derajat Celcius. Pada saat itulah terjadi masa subur/ovulasi.
Kondisi
kenaikan suhu tubuh ini akan
terjadi sekitar 3-4 hari, kemudian akan turun kembali
sekitar 2 derajat dan akhirnya kembali pada
suhu tubuh normal sebelum menstruasi. Hal ini
terjadi karena produksi progesteron menurun.
Apabila grafik
(hasil catatan suhu tubuh) tidak terjadi
kenaikan suhu tubuh, kemungkinan
tidak terjadi masa subur/ovulasi sehingga
tidak terjadi kenaikan suhu tubuh. Hal ini
terjadi dikarenakan tidak adanya korpus luteum yang
memproduksi progesteron. Begitu
sebaliknya, jika terjadi kenaikan suhu tubuh dan terus
berlangsung setelah masa subur/ovulasi
kemungkinan terjadi kehamilan. Karena, bila sel telur/ovum berhasil
dibuahi, maka korpus luteum akan terus
memproduksi hormon progesteron. Akibatnya
suhu tubuh tetap tinggi.
Efektifitas
Metode suhu basal tubuh akan efektif bila dilakukan
dengan benar dan konsisten. Suhu tubuh basal dipantau dan dicatat
selama beberapa bulan berturut-turut dan dianggap akurat bila terdeteksi pada
saat ovulasi. Tingkat keefektian metode suhu tubuh basal sekitar 80 persen atau 20-30 kehamilan per 100 wanita per tahun. Secara teoritis
angka kegagalannya adalah 15 kehamilan per 100 wanita per tahun. Metode suhu basal tubuh akan jauh lebih efektif
apabila dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain seperti kondom, spermisida ataupun metode kalender atau pantang berkala (calender method or
periodic abstinence).
Adapun faktor yang mempengaruhi keandalan metode suhu basal tubuh antara lain
a. Penyakit.
b. Gangguan tidur.
c. Merokok dan atau minum alkohol.
d. Penggunaan obat-obatan ataupun narkoba.
r. Stres.
f. Penggunaan selimut elektrik.
a. Penyakit.
b. Gangguan tidur.
c. Merokok dan atau minum alkohol.
d. Penggunaan obat-obatan ataupun narkoba.
r. Stres.
f. Penggunaan selimut elektrik.
Keuntungan
Keuntungan dari penggunaan metode suhu basal tubuh antara lain:
a. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada pasangan suami istri tentang masa subur/ovulasi.
b. Membantu wanita yang mengalami siklus haid tidak teratur mendeteksi masa subur/ovulasi.
c. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi ataupun meningkatkan kesempatan untuk hamil.
d. Membantu menunjukkan perubahan tubuh lain pada saat mengalami masa subur/ovulasi seperti perubahan lendir serviks.
e. Metode suhu basal tubuh yang mengendalikan adalah wanita itu sendiri.
Keuntungan dari penggunaan metode suhu basal tubuh antara lain:
a. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada pasangan suami istri tentang masa subur/ovulasi.
b. Membantu wanita yang mengalami siklus haid tidak teratur mendeteksi masa subur/ovulasi.
c. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi ataupun meningkatkan kesempatan untuk hamil.
d. Membantu menunjukkan perubahan tubuh lain pada saat mengalami masa subur/ovulasi seperti perubahan lendir serviks.
e. Metode suhu basal tubuh yang mengendalikan adalah wanita itu sendiri.
Keterbatasan
Sebagai metode KBA, suhu basal tubuh memiliki keterbatasan sebagai berikut:
1. Membutuhkan motivasi dari pasangan suami istri.
2. Memerlukan konseling dan KIE dari tenaga medis.
3. Suhu tubuh basal dapat dipengaruhi oleh penyakit, gangguan tidur, merokok, alkohol, stres, penggunaan narkoba maupun selimut elektrik.
4. Pengukuran suhu tubuh harus dilakukan pada waktu yang sama.
5. Tidak mendeteksi awal masa subur.
6. Membutuhkan masa pantang yang lama.
Sebagai metode KBA, suhu basal tubuh memiliki keterbatasan sebagai berikut:
1. Membutuhkan motivasi dari pasangan suami istri.
2. Memerlukan konseling dan KIE dari tenaga medis.
3. Suhu tubuh basal dapat dipengaruhi oleh penyakit, gangguan tidur, merokok, alkohol, stres, penggunaan narkoba maupun selimut elektrik.
4. Pengukuran suhu tubuh harus dilakukan pada waktu yang sama.
5. Tidak mendeteksi awal masa subur.
6. Membutuhkan masa pantang yang lama.
Petunjuk Bagi Pengguna Metode Suhu Basal Tubuh
Aturan perubahan suhu/temperatur adalah
sebagai berikut:
1. Suhu diukur pada waktu yang hampir sama setiap pagi (sebelum bangun dari tempat tidur).
2. Catat suhu ibu pada kartu yang telah tersedia.
3. Gunakan catatan suhu pada kartu tersebut untuk 10 hari pertama dari siklus haid untuk menentukan suhu tertinggi dari suhu yang “normal dan rendah” dalam pola tertentu tanpa kondisi-kondisi di luar normal atau biasanya.
4. Abaikan setiap suhu tinggi yang disebabkan oleh demam atau gangguan lain.
5. Tarik garis pada 0,05 derajat celcius – 0,1 derajat celcius di atas suhu tertinggi dari suhu 10 hari tersebut. Garis ini disebut garis pelindung (cover line) atau garis suhu.
6. Periode tak subur mulai pada sore hari setelah hari ketiga berturut-turut suhu tubuh berada di atas garis pelindung/suhu basal.
7. Hari pantang senggama dilakukan sejak hari pertama haid hingga sore ketiga kenaikan secara berurutan suhu basal tubuh (setelah masuk periode masa tak subur).
8. Masa pantang untuk senggama pada metode suhu basal tubuh labih panjang dari metode ovulasi billings.
9. Perhatikan kondisi lendir subur dan tak subur yang dapat diamati.
1. Suhu diukur pada waktu yang hampir sama setiap pagi (sebelum bangun dari tempat tidur).
2. Catat suhu ibu pada kartu yang telah tersedia.
3. Gunakan catatan suhu pada kartu tersebut untuk 10 hari pertama dari siklus haid untuk menentukan suhu tertinggi dari suhu yang “normal dan rendah” dalam pola tertentu tanpa kondisi-kondisi di luar normal atau biasanya.
4. Abaikan setiap suhu tinggi yang disebabkan oleh demam atau gangguan lain.
5. Tarik garis pada 0,05 derajat celcius – 0,1 derajat celcius di atas suhu tertinggi dari suhu 10 hari tersebut. Garis ini disebut garis pelindung (cover line) atau garis suhu.
6. Periode tak subur mulai pada sore hari setelah hari ketiga berturut-turut suhu tubuh berada di atas garis pelindung/suhu basal.
7. Hari pantang senggama dilakukan sejak hari pertama haid hingga sore ketiga kenaikan secara berurutan suhu basal tubuh (setelah masuk periode masa tak subur).
8. Masa pantang untuk senggama pada metode suhu basal tubuh labih panjang dari metode ovulasi billings.
9. Perhatikan kondisi lendir subur dan tak subur yang dapat diamati.
Catatan:
1. Jika salah satu dari 3 suhu berada di bawah garis pelindung (cover line) selama perhitungan 3 hari. Kemungkinan tanda ovulasi belum terjadi. Untuk menghindari kehamilan tunggu sampai 3 hari berturut-turut suhu tercatat di atas garis pelindung sebelum memulai senggama.
2. Bila periode tak subur telah terlewati maka boleh tidak meneruskan pengukuran suhu tubuh dan melakukan senggama hingga akhir siklus haid dan kemudian kembali mencatat grafik suhu basal siklus berikutnya.
1. Jika salah satu dari 3 suhu berada di bawah garis pelindung (cover line) selama perhitungan 3 hari. Kemungkinan tanda ovulasi belum terjadi. Untuk menghindari kehamilan tunggu sampai 3 hari berturut-turut suhu tercatat di atas garis pelindung sebelum memulai senggama.
2. Bila periode tak subur telah terlewati maka boleh tidak meneruskan pengukuran suhu tubuh dan melakukan senggama hingga akhir siklus haid dan kemudian kembali mencatat grafik suhu basal siklus berikutnya.
b. Dengan Alat
1) Kondom
Penggunaan kondom sudah dimulai sejak
zaman Mesir kuno. Pada 1553, Gabrielle
Fallopi melukiskan tentang penggunaan kantong sutera diolesi dengan minyak yang
dipasang menyelubungi penis sebelum berhubungan seks dengan tujuan mencegah
laki-laki dari penyakit kelamin.
Penggunaan
Kondom sebagai alat kontrasepsi baru
dimulai pada abad ke-18 di Inggris. Pada
mulanya kondom ini dibuat dari usus biri-biri dan dalam perkembangannya pada
1844, Goodyear berhasil membuat kondom dari karet. Kondom yang umumnya dipakai sekarang ini
terbuat dari karet dan tersedia dengan ukuran dan warna yang beragam.
Efektivitas kondom ini bergantung pada mutu dan ketelitian dalam penggunaannya.
Keuntungan:
1. Bila digunakan secara tepat maka kondom
dapat digunakan untuk mencegah kehamilan dan penularan penyakit menular seksual
(PMS).
2. Kondom tidak mempengaruhi kesuburan
jika digunakan dalam jangka panjang
3. Kondom mudah didapat dan tersedia
dengan harga yang terjangkau.
Kekurangan:
1. Karena sangat tipis maka kondom mudah
robek bila tidak digunakan atau disimpan sesuai aturan
2. Beberepa pria tidak dapat
mempertahankan ereksinya saat menggunakan kondom.
3. Setelah terjadi ejakulasi, pria harus
menarik penisnya dari vagina, bila tidak, dapat terjadi resiko kehamilan atau
penularan penyakit menular seksual. Kondom yang terbuat dari latex dapat
menimbulkan alergi bagi beberapa orang.
2) Diafragma/ Pessarium
Pessarium merupakan kondom pada
perempuan. Secara umum pessarium ini terbagi dua golongan, yakni diafragma
vaginal dan cervical cap. Diafragma vaginal ini merupakan alat kontrasepsi yang
terdiri dari kantong karet yang berbentuk mangkuk dengan “per” elastis pada
pinggirnya. Pinggir diafragma mudah dibengkokkan dan disisipkan di bagian atas vagina untuk mencegah sperma
masuk ke saluran reproduksi bagian
atas. Supaya efektif hendaknya dipakai
jelly atau krim kontrasepsi untuk pembunuh sperma.
Diafragma ini harus tinggal dalam
vagina selama 6 jam setelah melakukan hubungan seksual. Alat kontrasepsi yang satu ini paling cocok
dipakai oleh perempuan dengan dasar panggul yang tidak longgar dan dengan tonus
dinding vagina yang baik. Namun untuk penggunannya perlu diperiksa dahulu ukuran
difragma yang sesuai.
Cervical cap terbuat dari karet atau
plastik dan berbentuk mangkuk yang pinggirnya terbuat dari karet yang
tebal. Ukurannya lebih kecil dari
diafragma vaginal. Alat ini mulai jarang
dipergunakan untuk kontrasepsi.
3) Spermicida
Spermatisida yang dipakai untuk
kontrasepsi terdiri atas dua komponen yaitu zat kimiawi yang mampu mematikan
spermatozoa; dan vechikulum yang dipakai untuk membuat tablet, krim, atau jelly. Spermatisid berguna untuk mematikan sperma
sebelum melewati serviks. Cara kerjanya dengan merusak membran sel sperma dan
menurunkan mobilitas sperma serta kemampuan sperma di dalam membuahi ovum. Spermatisida terdiri dari bermacam bentuk
seperti suppositorum, jelly atau krim, tablet busa dan tisu KB.
Penggunanya masih sangat sedikit. Kini di pasaran terdapat banyak obat-obat
spermatisida, antara lain dalam bentuk:
a) Suppositorium: Lorofin suppositoria,
Rendel pessaries. Suppositorium
dimasukkan sejauh mungkin kedalam vagina sebelum koitus. Obat ini baru mulai aktif setelah 5 menit. Lama kerjanya kurang lebih 20 menit sampai 1
jam.
b) Jelly atau crème : 1) Perseptin vaginal
jelly, Orthogynol vaginal jelly, 2) Delfen vaginal crème. Jelly lebih encer daripada creme. Obat ini disemprotkan kedalam vagina dengan menggunakan
suatu alat. Lama kerjanya kurang lebih
20 menit sampai 1 jam.
c) Tablet busa: Sampoon, volpar,
Syn-A-Gen. Sebelum digunakan, tablet
terlebih dahulu dicelupkan kedalam air, kemudian dimasukkan kedalam vagina
sejauh mungkin. Lama kerjanya 30 sampai
60 menit.
d) C-Film, yang merupakan benda yang
tipis, dapat dilipat, dan larut dalam air.
Dalam vagina obat ini merupakan gel dengan tingkat dispersi yang tinggi
dan menyebar pada porsio uteri dan vagina.
Obat mulai efektif setelah 30 menit.
B. Metode Modern/Efektif
a. Kontrasepsi Hormonal
1. Pil
Tablet yang mengandung hormon estrogen
dan progesteron sintetikdisebut Pil Kombinasi dan yang hanya mengandung
progesteron sintetik saja disebut Mini Pil atau Pil Progestin.
A. Cara Kerja
a. Menekan Ovulasi
Jika seorang wanita minum pil KB setiap
hari maka tidak akan terjadi ovulasi (tidak ada sel telur). Tanpa ovulasi idak
akan terjadi kehamilan.
b. Mengubah motilitas tuba sehingga
transportasi spermaterganggu
c. Mengganggu pertumbuhan endometrium,
sehinggamenyulitkan proses implantasi
d. Memperkental lendir serviks (mencegah
penetrasi sperma)
B. Efektivitas
Efektivitas teoritis untuk pil sebesar
99,7 % sedangkan efektivitas praktisnya sebesar 90-96 %. Artinya pil cukup
efektif jika tidak lupa meminum pil secara teratur.
C. Keuntungan
a. mudah penggunaannya dan mudah didapat
b. mengurangi kehilangan darah (akibat
haid) dan nyeri haid
c. mengurangi resiko terjadinya KET
(kehamilan ektopik terganggu) dan Kista Ovarium
d. mengurangi resiko terjadinya kanker
ovarium dan rahim pemulihan kesuburan hampir 100%.
D. Baik untuk wanita yang:
a. masih ingin punya anak
b.punya jadwal harian yang rutin.
Oleh karena pil harus diminum setiap
hari (membutuhkanmotivasi yang tinggi) maka ia cocok untuk mereka yang memiliki
tingkat pendidikan yang tinggi misalnyamasyarakat kota dan kurang sesuai untuk
masyarakat desa.
E. Kontraindikasi
a. Menyusui (khusus pil kombinasi)
b. Pernah sakit jantung
c. Tumor/keganasan
d. Kelainan jantung, varices, dan darah
tinggi
e. Perdarahan pervaginam yang belum
diketahui sebabnya
f. Penyakit gondok
g. Gangguan fungsi hati dan ginjal
h. Diabetes, epilepsi, dan depresi mental
i. Tidak dianjurkan bagi wanita umur lebih
dari 40 tahun.
F. Efek Samping
a. Penggunaan Pil KB pada sebagian wanita
dapat
b. menimbulkan efek samping, antara lain
enek/mual, berat
c. badan bertambah, sakit kepala
(berkunang-kunang)
d. perubahan warna kulit dan efek samping
ini dapat timbul
e. berbulan-bulan.
2. Suntik
Kontrasepsi suntikan adalah hormon yang
diberikan secarasuntikan/injeksi untuk mencegah terjadinya kehamilan. Adapun
jenissuntikan hormon ini ada yang terdiri atas satu hormon, dan ada pulayang
terdiri atas dua hormon sebagai contoh jenis suntikan yang terdiri satu hormon
adalah Depo Provera, Depo Progestin, Depo Geston dan Noristerat. Sedangkan yang
terdiri dari atas dua hormon adalah Cyclofem dan Mesygna. KB suntik sesuai
untuk wanita pada semua usia reproduksi yangmenginginkan kontrasepsi yang
efektif, reversibel, dan belum bersedia untuk sterilisasi.
A. Jenis Alat Kontrasepsi Suntik
1. Suntikan KB 1 Bulan
Suntikan KB ini mengandung kombinasi
hormon Medroxyprogesterone Acetate (hormon progestin) dan Estradiol Cypionate
(hormon estrogen). Komposisi hormon dan cara kerja Suntikan KB 1 Bulan mirip
dengan Pil KB Kombinasi. Suntikan pertama diberikan 7 hari pertama periode
menstruasi Anda, atau 6 minggu setelah melahirkan bila Anda tidak menyusui.
2. Suntikan KB 3 Bulan atau DMPA
Suntikan KB ini mengandung hormon Depo
Medroxyprogesterone Acetate (hormon progestin) 150 mg. Sesuai dengan namanya,
suntikan ini diberikan setiap 3 bulan (12 Minggu). Suntikan pertama biasanya
diberikan 7 hari pertama periode menstruasi Anda, atau 6 minggu setelah
melahirkan. Suntikan KB 3 Bulanan ada yang dikemas dalam cairan 3ml atau 1ml.
3. Suntik KB 2 bulan
Suntik KB 2 bulan mengandung Depo
noretisteron enantat mengandung 200 mg Noretdon Enantat, diberikan setiap 2
bulan dengan cara disuntik intramuskular.
Cara kerja
Depo provera disuntikkan setiap 3 bulan
sedangkan Noristerat setiap 2 bulan. Wanita yang mendapat suntikan KB tidak
mengalami ovulasi.
Efektivitas
Dalam teori: 99,75 %
Dalam praktek: 95-97 % 14
Keuntungan
a. Mengurangi kunjungan
b. Merupakan metode yang telah dikenal
oleh masyarakat
c. Dapat dipakai dalam waktu yang lama
d. Tidak mempengaruhi produksi air susu
ibu 14
Baik untuk wanita yang:
a. Calon akseptor yang tinggal di daerah
terpencil
b. Lebih suka disuntik daripada makan pil
c. Menginginkan metode yang efektif dan
bisa dikembalikan lagi
d. Mungkin tidak ingin punya anak lagi.
e. Tidak khawatir kalau tidak mendapat
haid.
Kontraindikasi
a. Hamil atau disangka hamil
b. Perdarahan pervaginam yang tidak
diketahui sebabnya
c. Tumor/keganasan
d. Penyakit jantung, hati, darah tinggi,
kencing manis,penyakit paru berat, varices.
Efek Samping
Efek samping dari dari suntikan
Cyclofem yang seringditemukan adalah mual, berat badan bertambah, sakit kepala,
pusing-pusing dan kadang-kadang gejala tersebut hilangsetelah beberapa bulan
atau setelah suntikan dihentikan. Sedang efek samping dari suntikan Depo
Provera, DepoProgestin, Depo Geston dan Noristeat yang sering dijumpaiadalah
mensturasi tidak teratur, masa mensturasi akan lebihlama, terjadi bercak
perdarahan bahkan mungkin menjadi anemia pada beberapa klien
3. Susuk/implan
Ada dua macam susuk yang biasa
dipergunakan untuk kontrasepsi, yaitu
norplan dan implanon. Norplan
merupakan metoda kontrasepsi berjarak 5 tahun yang terdiri atas 6 kapsul silastik
silikon berisi masing-masing 36 mg levonorgestrel dan disisipkan dibawah
kulit. Implanon hanya berjarak 3 tahun
dan berbentuk batang putih lentur dengan panjang 40 mm dan diameter 2mm dalam
suatu jarum yang terpasang pada inserter khusus.
Mekanisme kerja
a. Mengentalkan lendir serviks uteri
sehingga menyulitkan penetrasi sperma.
b. Menimbulkan perubahan-perubahan pada
endometrium sehingga tidak cocok untuk implantasi zygote.
c. Pada sebagian kasus dapat pula
menghalangi terjadinya ovulasi.
Keuntungan
a. Dapat mencegah terjadinya kehamilan dalam
jangka waktu 3 tahun.
b. Sama seperti suntik, dapat digunakan
oleh wanita yang menyusui.
c. Tidak perlu dikonsumsi setiap hari atau
dipakai sebelum melakukan hubungan seksual.
Kekurangan
a. Sama seperti kekurangan kontrasepsi
suntik, Implan/Susuk dapat mempengaruhi siklus mentruasi.
b. Tidak melindungi terhadap penyakit
menular seksual.
c. Dapat menyebabkan kenaikan berat badan
pada beberapa wanita.
b. Intra Uterin Devices (IUD/AKDR)
AKDR atau spiral, atau dalam bahasa
Inggrisnya Intra-UterineDevices, disingkat IUD adalah alat yang dibuat
dari polietilen denganatau tanpa metal/steroid yang ditempatkan
di dalam rahim. Pemasangan ini dapat untuk 3-5 tahun dan dapat dilepaskan
setiap saat bila anda berkeinginan untuk mempunyai anak.
Cara kerja
AKDR ini bekerja dengan mencegah
pertemuan sperma dengan sel telur.
Efektivitas
Sangat efektif (0,5 – 1 kehamilan per
100 wanita setelah pemakaian selama satu tahun).
Keuntungan
a. Tidak terganggu faktor lupa
b. Metode jangka-panjang (perlindungan
sampai 10 tahun dengan menggunakan Tembaga T 380A)
c. Mengurangi kunjungan ke klinik
d. Lebih murah dari pil dalam jangka
panjang 15
Baik untuk wanita yang:
a. Menginginkan kontrasepsi dengan tingkat
efektifitas yang tinggi, dan jangka panjang
b. Tidak ingin punya anak lagi atau ingin
menjarangkan anak
c. Memberikan ASI
d. Berada dalam masa postpartum dan tidak
memberikan ASI
e. Berada dalam masa pasca aborsi
f. Mempunyai resiko rendah terhadap PMS
g. Tidak dapat mengingat untuk minum
sebutir pil setiap hari
h. Lebih menyukai untuk tidak menggunakan
metode hormonal atau yang memang tidak boleh menggunakannya. Yang benar-benar
membutuhkan alat kontrasepsi darurat.
Kontraindikasi
a. Hamil atau diduga hamil
b. Infeksi leher rahim atau rongga
panggul, termasuk penderita penyakit kelamin
c. Pernah menderita radang rongga panggul
d. Penderita perdarahan pervaginam yang
abnormal
e. Riwayat kehamilan ektopik
f. Penderita kanker alat kelamin.
Efek Samping
Perdarahan dan kram selama
minggu-minggu pertama setelah pemasangan. Kadang-kadang ditemukan keputihan yang
bertambah banyak. Disamping itu pada saat berhubungan (senggama) terjadi
expulsi (IUD bergeser dari posisi) sebagian atau seluruhnya. Pemasangan IUD
mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman, dan dihubungkan dengan resiko infeksi
rahim.
c. Kontrasepsi Mantap
Adalah pemotongan/pengikatan kedua
saluran telur wanita (Tubektomi) atau kedua saluran sperma laki-laki
(Vasektomi). Operasi tubektomi ada beberapa macam cara antara lain adalah Kuldoskopik,
Kolpotomi, Posterior, Laparoskopi dan Minilaparatomi.Cara yang sering dipakai
di Indonesia adalah Laparaskopi dan Minilaparatomi.
Cara kerja
Hal ini mencegah pertemuan sel telur
dengan sperma
Efektivitas
Dalam teori : 99,9 %
Dalam praktek : 99 %.
Keuntungan
a. Paling efektif
b. Mengakhiri kesuburan selamanya
(keberhasilan pembalikan tidak bisa dijamin). Rekanalisasi dengan microsurgery
sedang dikembangkan.
c. Tidak perlu perawatan khusus.
Baik untuk pasangan yang:
a. Sudah yakin tidak ingin punya anak lagi
b. Jika hamil akan membahayakan jiwanya
c. Ingin metode yang tidak menganggu.
Kontraindikasi
Tidak ada
Efek Samping
Jarang, ringan, dan bersifat sementara
misalnya bengkak, nyeri, dan infeksi pada luka operasi. Pada vasektomi infeksi dan
epididimitis terjadi pada 1-2% pasien. Pada tubektomi perdarahan, infeksi,
kerusakan organ lain dan komplikasi karena anastesi dapat terjadi.
Tabel
1. PERBANDINGAN JENIS KONTRASEPSI
Jenis Kontrasepsi
|
Kegagalan teoritis per 100 wanita
|
Kegagalan dalam praktek per 100
wanita
|
Efektivitas biaya
|
Kondom
|
3 - 4 %
|
10 – 20 %
|
Rp 3.000 / strip Tergantung frekuensi
senggama
|
Pil KB
|
0,1 – 5 %
|
0,7 – 7 %
|
Rp 2.000 / strip Tiap 1 bulan
|
Suntik
|
0,3 %
|
3 – 5 %
|
Rp 10.000 / suntik Tiap 3 bulan
|
Implant
|
0,05 – 1 %
|
Belum ada Data
|
Rp 15.000 / pasang Tiap 3 tahun
|
AKDR / IUD
|
0,6 – 0,8 %
|
1 – 3 %
|
Rp 10.000 / pasang Tiap 8 tahun
|
MOP
|
0,1 - 0,15 %
|
0,2 – 0,6 %
|
Tergantung RS tempat rujukan
|
MOW
|
0,5
%
|
0,1 - 0,5 %
|
Tergantung RS tempat rujukan
|
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI
a. Faktor pasangan – Motivasi dan
Rehabilitasi
1. Umur
2. Gaya hidup
3. Frekuensi senggama
4. Jumlah keluarga yang diinginkan
5. Pengalaman dengan kontraseptivum yang
lalu
6. Sikap kewanitaan
7. Sikap kepriaan
b. Faktor kesehatan
1. Status kesehatan
2. Riwayat haid
3. Riwayat keluarga
4. Pemeriksaan fisik
5. Pemeriksaan panggul
c. Faktor metode kontrasepsi
1. Efektivitas
2. Efek samping minor
3. Kerugian
4. Komplikasi-komplikasi yang potensial
5. Biaya
sumber refensi :
Sarwono Prawirohardjo, cetakan ke4. 2011
google booksumber refensi :
Sarwono Prawirohardjo, cetakan ke4. 2011











bagus..bagus..
BalasHapus