WELCOME TO MY BLOG

Rabu, 10 Juni 2015

Gangguan Haid / Perdarahan Uterus Abnormal


Gangguang Haid / Perdarahan Uterus Abnormal

Perdarahan haid merupakan hasil interaksi kompleks yang melibatkan system hormone dengan organ tubuh, yaitu hiporalamus, hipofise, ovarium dan uterus serta factor lain luar organ reproduksi. Bias dibayangkan penyebab gangguan haid sangat banyak, dan bervariasi.

Ganggaun haid atau disebut juga dengan perdarahan uterus abnormal merupakan keluhan yang sering menyebabkan perempuan berobat ke dokter atau tempat pertolongan pertama. Data dibeberapa Negara industri menyebutkan bahwa seperempat penduduk perempuan dilaporkan pernah mengalami menoragia, 21% mengeluh siklus haid memendek, 17% mengalami perdarahan antar haid dan 6% mengeluh perdarahan pascasenggama. Selain menggangu kesehatan haid gangguan haid gangguan haid juga berpengruh pada aktivitas sehari-hari yaitu 28% dilaporkan merasa terganggu saat bekerja sehingga berdampak pada bidang ekonomi. siklus haid normal yaitu :

GANGGUAN HAID PADA MASA REPRODUKSI

1.   Gangguan lama dan jumlah darah haid

a.   Hiperamenorea (menoragia)


Menoragia adalah perdarahan haid dalam jumlah darah lebih banyak dan/atau durasi lebih lama dari normal dengan silkus yang normal dan teratur. Secara klinis menoragia didefinikan dengan total jumlah darah haid lebih dari 80ml per siklus dan durasi haid lebih lama dari 7 hari. Bias dikatakan bahwa bila ganti pembalut 2-5 kali per hari menunjukkan jumlah darah normal. Menoragia adalah bila ganti pembalut lebih dari 6 kali per hari. WHO melaporkan 18 juta perempuan usia 30-35 tahun mengalami haid yang berlebih dan jumlah tersebut 10% termasuk dalam kategori menoragia.

Penyebaba menoragia terletak dalam kondisi uterus. Hemostais di endometrium pada siklus haid berhubungan erat dengan platelet dan fibrin. Formasi thrombin akan membentuk plugs dan selanjutnya diikuti dengan vasokontriksi sehingga terjadi hemostasis. Pada penyakit darah tertentu juga menyebabkan menoragia. Ganggguan anaromi juga aan menyebabkan terjadinya menoragia, termasuk diantaranya adalah mioma uteri, polip dan hyperplasia endometrium. Mioma yang terletak pada dinding uterus akan mengganggu kontraktilitas otot Rahim, permukaan endometrium menjadi lebih luas dan akan menyebabkan pemesaran pembuluh darah serta beresiko mengalami nekrosis, proses patologi ini menghambat hemostasis normal.

b.   Hipoamenorea

Hipoamenore adalah perdarahan haid dengan jumlah darah lebih sedikit dan atau durasi lebih pendek dari normal. Terdapat beberapa penyebab hipoamenorea yaitu gangguan organic misalnya pada uterus pasca operasi moimektomi dan gangguan endokrin. Hipoamenorea menunjukkan bahwa tebal endometrium tipis dan perlu evakuasi lebih lanjut.


2.   Gangguan siklus haid

a.   Poliamenorea

Polimenorea adalah haid dengan siklus yang lebih pendek dari normal yaitu kurang dari 21 hari. Sering kali sulit membedakan poliamenorea dengan metroragia yang merupakan perdarahan antara 2 siklus haid. Penyebab poliamenorea bermacam-macam antara lain gangguan endokrin yang menyebabkan gangguan ovulasi, fase luteal memendek dan kongesti ovarium karena peradangan.


b.   Oligomenorea

Oligomenorea haid dengan siklus lebih panjang dari  normal yaitu lebih dari 35 hari. Sering terjadi pada sindrom ovarium polikistik yang disebabkan oleh peningkatan hormone androgen sehingga terjadi ganggaun ovulasi. Pada remaja oligomenorea dapat terjadi karena immaturitas poros hipotalamus hipofisis ovarium endometrium. Penyebab lain hipomenorea antara lain stress fisik dan emosi, penyakit kronis serta gangguan nutrisi. Perhatian perlu diberikan bila oligomnorea disertai dengan obesitas dan infertilitas karena mungkin berhubungan sindroma metabolic.

Pada perkembangan selanjutya mulai dipikarkan terminology keluahan gangguan haid yang mudah dipahami oleh petugas kesehatan dan penderita. Terminology ganggaun haid tersebut memerlukan parameter katakteristik haid normal yang ditunjukkan oleh frekuensi haid, keteraturan siklus dalam 12 bulan, durasi haid dan volume darah haid. Haid yang terjadi lebih besar atau lebih kecil dari persentil ke-95 dan ke-5 dikategorikan sebagai gangguan haid. Rekomendasi terminology untuk keluhan dan tanda ganggaun haid tercantum sebagai berikut :

Parameter haid
Definisi Klinis
Batasan (persentil ke5-95)
Frekuensi Haid
Keteratutan siklus (hari) dalam 12 bulan
Durasi Haid (hari)
Volume darah haid
Normal
Sering
Jarang
Normal
Tidak Teratur
Tidak Ada
Normal
Panjang
Pendek
Normal
Banyak
Sedikit
24-38
<24
>38
Variasi 2-20
Variasi >20
-
4-8
>8
<4
5-80
>80
<5


c.    Amenorea

Amenorea adalah tidak terjadi haid pada seorang perempuan dengan mencakup salah satu tanda sebagai berikut

1.        Tidak terjadi haid sampai usia 14 tahun, disertai tidak adanya pertumbuhan atau perkembangan tanda kelamin sekunder

2.        Tidak terjadi haid sampai usia 16 tahun, disertai adanya pertumbuhan normal dan perkembangan tanda kelamin sekunder

3.        Tidak terjadi haid selama 3 bulan berturut-turut pada perempuan yang sebelumnya pernah haid.
Secara klasik dikategorikan manjadi dua yaitu amonorea primer dan amenorea sekunder yang menggambarkan terjadinya amenorea sebelum ataus esudah terjadi menarke.


1.   Gangguan perdarahan di luar siklus haid


Menometroragia


Menometroragia adalah pendarahan dari vagina pada seorang wanita tanpa ada hubungan dengan suatu siklus haid. Pendarahan ovulataoir terjadi pada pertengahan silus sebagai suatu spotting dan dapat lebih diyakinkan dengan pengukuran suhu basal tubuh. Penyebabnya adalah kelainan organik (polip endrometrium, karsinoma endrometrium, karsinoma serviks), kelainana fungsional, serta penggunaan estrogen eksogen. Menometroragia dapat disebabkan oleh kelainan organik pada alat genital atau oleh kelainan fungsional


2.   Gangguan lain yang berhubungan dengn haid


a.   Dismonorea


Dismonorea adalah nyeri saat haid, biasanya dengan rasa kram dan terpusat di abdomen bawah. Keluhan nyeri haid terjadi bervariasi mulai dari ringan sampai berat. Keparahan disminorea berhubungan langsung dengan lama dan jumlah darah haid. Disminorea dapat di bagi menjadi 2 kelompok yaitu :

1.        Dismonorea primer


Disminorea primer adalah nyeri haid tanpa ditemukan patologi pada panggul. Disminorea primer berhubungan dengan siklus ovulasi dan disebabkan oleh kontrasi myometrium sehingga terjadi iskemia akibat adanya prostaglandin yang diproduksi oleh endometrium fase sekresi.

Molekul yang berperan pada disminorea primer adalah prostaglandin F2 yang selalu menstimulasi kontraksi uterus, sedangkan prostaglandin E menghambat kontraksi uterus. Terdapat peningkatan kadar prostaglandin di endomentrium saat perubahan dari fase proliferasi ke fase sekresi. Perempuan dengan disminorea primer didapatkan kadar prostaglandin lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yang tidak disminorea. Peningkatan kadar prostaglandin tertinggi pada 48 jam pertama. Hal ini sejalan dengan awal muncul dan besarnya intensitas nyeri haid. Keluhan mual, muntah, nyeri kepala, atau diare sering menyertai disminorea yang diduga karena masuknya prostaglandin ke sirkulasi sistemik.

2.        Disminorea  sekunder
Disminorea sekunder berhubungan dengan nyeri haid dengan berbagai keadaan yang patologis di organ genitalia, misalnya endometriosis, adenomiosis, mioma uteri, stenosis serviks, penyakit radang panggul, perlekatan panggul, atau irrit ibel bowel syndrome.

Diagnosis
Disminorea primer sering terjadi pada usia muda/remaja seperti keluhan nyeri, kram dan lokasinya di tengah bawah Rahim. Disminorea primer sering diikuti dengan mual, muntah, diare, nyeri kepala dan pada pemeriksaan ginekologi tidak ditemukan kelainan. Biasanya nyeri muncul pada hari pertama dan kedua.

Dismonorea sekunder dipikirkan bila pada anamnesis dan pemeriksaan curiga ada patologi panggul atau kelainan bawaan atau tidak respons, dengan obat untuk amenorea primer. Pemeriksaan lanjutan yang dapat dilakukan misalnya, USG, infus salin sonografi atau laparoskopi dapat dipertimbangkan adanya endometriosis.

Penanganan

1.      Obat antiinflamasi nonsteroid/NSAID

2.      Pil kontrasepsi kombinasi


b.   Sindrom pra haid

Berbagai keluhan muncul sebelum haid, yaitu cemas, lelah, susah konsentrasi, susah tidur, hilang energy, sakit kepala, sakit perut, dan sakit payudara. Sindrom pra haid biasanya ditemukan 7-10 hari menjelang haid. Penyebab pasti belum diketahui, tetapi diduga hormone esterogen, progesteron, prolactin, dan aldosterone berperan dalam terjadinya sindroma pra haid. Gangguan keseimabangan esterogen dan progesterone menyebabkan retensi cairan dan natrium sehingga berpotensi menyebebkan terjadinya keluhan sindroma prahaid. Perempuan yang peka terhadap factor psikologis, perubahan hormone sering mengalami gangguan prahaid.



Diagnosis

Amerikan psychiatric association memberikan kriteria diagnosis sebagai berikut :

*        Keluahan berhubungan dengan siklus haid, dimulai pada minggu terakhir fase luteum dan berakhir setelah mulainya haid

*        Paling sedikit didapatkan 5 keluhan dibawah ini :

·           Gangguan mood

·           Cemas

·           Labil, tiba-tiba susah, takut, marah

·           Konflik interpersonal

·           Penurunan minat terhadap aktivitas rutin

·           Lelah

·           Susah berkonsentrasi

·           Perubahan nafsu makan

·           Insomnia

·           Perubahan control diri

·           Keluhan-keluahn fisik : nyeri pada payudara, sendi dan kepala

*        Keluahan akan berpengaruh pada aktivitas sehari-hari atau pekerjaan

*        Keluhan bukan merupakan ekaserbasi gangguan psikiatri yang lainnya


Sumber Referensi :
Sarwono Prawirohardjo, cetakan ke4. 2011

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.